Politik Luar Negeri AS

Sejak runtuhnya komunisme di akhir dekade 90-an, banyak pihak mengatakan bahwa hubungan internasional mengalami perubahan yang mendasar. Episode sejarah ini menandai tampilnya Amerika Serikat sebagai (hingga kini) satu-satunya negara adikuasa, sekaligus menandaskan keunggulan kapitalisme. Keadikuasaan ini identik dengan hegemonisme yang diusung oleh para perumus kebijakan luar negeri Amerika Serikat demi mencapai tujuan ‘imperium Amerika’.

Sejalan dengan perubahan ini, keinginan banyak orang agar Amerika Serikat bisa lebih ‘bijaksana’ dan mampu menjadi hegemon yang ‘ramah’ tampaknya tinggal menjadi angan-angan. Apalagi setelah peristiwa 11 September 2001, yang membuat Amerika Serikat seolah paling berkuasa di seluruh dunia dengan dalih ‘war on terrorism’. Istilah-istilah seperti unilateralism dan pre-emptive strike, yang sejatinya telah dikenal jauh sebelumnya, kini semakin mengemuka seiring dengan semakin luasnya “peperangan melawan teroris” yang dijalankan oleh Amerika Serikat di berbagai penjuru bumi.

Kuliah ini akan berfokus pada politik luar negeri Amerika Serikat pasca Perang Dingin. Sejumlah pengantar tentang doktrin dan berbagai konsep penting dalam politik luar negeri Amerika Serikat akan dikaji dalam rangka memberikan pemahaman dasar kepada mahasiswa, sebelum melangkah lebih jauh pada analisis beberapa kasus mutakhir, khususnya setelah peristiwa 11 September dan naiknya Donald Trump sebagai pemimpin negeri ini.

Silakan unduh silabus kuliah ini di sini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *